Rabu, 12 Februari 2014

Paguyuban Seni Reog Singo Mudho Budi Utomo: Tarian Dadak Merak SMBU

Paguyuban Seni Reog Singo Mudho Budi Utomo: Tarian Dadak Merak SMBU: Dadak merak adalah topeng yang digunakan dalam tarian Reog . Dadak merak ini berukuran panjang sekitar 2,25 meter, lebar sekita...

Tarian Dadak Merak SMBU




Dadak merak adalah topeng yang digunakan dalam tarian Reog. Dadak merak ini berukuran panjang sekitar 2,25 meter, lebar sekitar 2,30 meter, dan beratnya hampir 50 kilogram. Dadak merak juga digunakan dalam pesta mantu Jawa. Dadak merak merupakan topeng yang digunakan pada Reog Ponorogo.

ini adalah dadak merak SMBU tp dadak meraknya pinjem di karnakan kami belum mempunyainya sendiri.
harganya terlalu mahal untuk kami beli,dari gruop yang relatif baru ini dan dananya belum ada kami belum mampu untuk membelinya. semoga besok kelak kami dapat membelinya.





Penari Prabu Kelana Sewandana SMBU

Salah satu bentuk ‘pembakuan’ yang problematis adalah kehadiran tokoh Kelana Sewandana sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam pertunjukan Reog Ponorogo. Pertunjukan reog di desa-desa seringkali tidak menampilkan peran Kelana Sewandana, bahkan banyak kelompok reyog di wilayah Kabupaten Ponorogo tidak memiliki pemain pemeran tokoh ini. Hasil wawancara dengan sejumlah praktisi kesenian rakyat ini mengesankan bahwa sebenarnya bagi kebanyakan kelompok reyog setempat kehadiran Kelana Sewandana bukan keharusan. Seorang mantan aktivis reog di desa Sawoo berusia sekitar 70 tahun menuturkan bahwa pada tahun 1950-an kelompoknya kadang-kadang menampilkan Kelana Sewandana. Dituturkan pula bahwa pemeran Kelana Sewandana tersebut sering menyisipkan tembang jenis palaran dalam pementasan. Langkanya pemeran Kelana Sewandana sering dijelaskan sebagai akibat dari tuntutan teknis tari yang tinggi bagi pemeran tokoh ini. Asumsi semacam ini diperkuat oleh kenyataan bahwa sebagian besar pemeran Kelana Sewandana yang ada di wilayah Kabupaten Ponorogo adalah mereka yang pernah mengenyam pendidikan tari; baik di pendidikan formal maupun di sanggar-sanggar tari di dalam atau luar kabupaten. meskipun terdapat semakin banyak orang yang dapat memerankan Kelana Sewandana, kemunculan tokoh raja Bantarangin ini dalam pertunjukan di desa-desa pun masih relatif jarang. Pengamatan di lapangan menunjukkan adanya kecenderungan penari pemeran Kelana Sewandana hanya muncul secara terbatas pada acara-acara tanggapan yang bersifat formal, misalnya pada acara perkawinan. Pada acara-acara yang bersifat komunal dan kurang formal, misalnya bersih desa atau kaulan nadar, umumnya tokoh raja Bantarangin ini tidak ditampilkan. 
ini adalah penari  prabu kelana sewandana SMBU.

Selasa, 11 Februari 2014

Penari Bujang Ganong SMBU

Bujang Ganong (Ganongan) atau Patih Pujangga Anom adalah salah satu tokoh yang energik dalam Seni Reyog Ponorogo. Sosok yang kocak sekaligus mempunyai keahlian lebih dalam seni bela diri. Sehingga dalam setiap pertunjukan Reyog Ponorogo, penampilannya selalu ditungu-tungu oleh penonton khususnya di kalangan anak-anak. Bujang Ganong menggambarkan sosok seorang patih muda yang cekatan, berkemauan keras, cerdik, jenaka dan sakti.
Dari salah satu versi cerita, Bujangganong adalah adik seperguruan dari Klonosewandono yang kemudian mereka berdua bertemu kembali dan bersatu, mendirikan kerajaan Bantarangin. Klonosewandono sebagai raja dan Bujangganong sebagai Patihnya. Dalam dramaturgi seni pertunjukkan reyog, Bujangganong lah yang dipercaya sebagai utusan dan duta Prabu Klonosewandono untuk melamar Dewi Songgolangit ke Kediri.

ini adalah para penari bujang ganong SMBU waktu pentas di lap. voli sodong,polobogo,getasan pada acara khitan.



Penari Warok SMBU

warok adalah salah satu penari dalam seni reog. Kadang ia diterjemahkan sebagai sosok yang dikenal sebagai seseorang yang "menguasai ilmu" (ngelmu) dalam pengertian Kejawen.
Ia juga sering berperan sebagai pemimpin lokal informal dengan banyak pengikut. Dalam pentas, sosok warok lebih terlihat sebagai pengawal/punggawa raja Klana Sewandana (warok muda) atau sesepuh dan guru (warok tua). Dalam pentas, sosok warok muda digambarkan tengah berlatih mengolah ilmu kanuragan, digambarkan berbadan gempal dengan bulu dada, kumis dan jambang lebat serta mata yang tajam. Sementara warok tua digambarkan sebagai pelatih atau pengawas warok muda yang digambarkan berbadan kurus, berjanggut putih panjang, dan berjalan dengan bantuan tongkat.
Pada awalnya warok digambarkan sebagai sosok pengolah kanuragan yang demi pencapaiannya ilmunya, tidak berhubungan dengan wanita, melainkan dengan bocah lelaki berumur 8-15 tahun yang acapkali disebut gemblakan. Seringkali para warok juga mengonsumsi minuman keras. Namun saat ini warok telah mengalami perubahan paradigma.



  ini adalah formasi para warok                                                                          

Penari Jathil SMBU

JATHIL ADALAH PENGGAMBARAN PRAJURIT BERKUDA DALAM CERITA KESENIAN REYOG. JATHIL DIBAWAKAN OLEH BEBERAPA PENARI PEREMPUAN MUDA DENGAN MENGGUNAKAN KUDA KEPANG YANG TERBUAT DARI ANYAMAN BAMBU.

Pada masa lalu jathil dibawakan oleh penari laki-laki muda dengan rias wajah perempuan bahkan dengan gerakan lemah gemulai seperti perempuan. Jathil dengan penari laki-laki ini berlangsung lama hingga pada tahun 1980-an penari jathil laki-laki ini kemudian diganti dengan perempuan muda karena alasan keindahan dan kepatutan. Keberadaan jathil dalam kesenian reyog tidak lepas dari cerita tentang Klono Sewandono yang mencoba memenuhi salah satu persyaratan Dewi Songgolangit yang meminta 144 prajurit berkuda.

para penari jathil ini tergolong masih relatif keil,karna mereka masih duduk di bangku SD dan SMP tapi semangat mereka nggak mau kalah dengan para penari jathil yang sudah dewasa.
.




Singo Mudho Budi Utomo

 

Foto Reog