Jumat, 13 November 2015

Acara festival di dukuh krajan sidomukti salatiga kemarin 8 november 2015.










Juara 1 festival reog di dukuh salatiga pada tanggal 8 november 2015

Daftar pemenang acara festival merti dusun dukuh krajan sidomukti salatiga yang d ikuti oleh 15 grup reog dari berbagai wilayah.

Juara I di menangkan oleh singo mudho budi utomo dari sodong polobogo getasan.
Juara II di menangkan oleh kridho turonggo seto dari sidomukti kopeng getasan.
Juara III di menangkan oleh wahyu mego utomo manunggal dari pringapus sumogawe getasan.

Senin, 16 Maret 2015

Kirab budaya HUT Kab.Semarang yang ke-494 di alun-alun ungaran























Warok Singo Mudho mengikuti kirab budaya di alun2 kalirejo ungaran-kantor bupati semarang pada peringatan HUT Kab.Semarang yg ke-494 pada tgl 15 maret 2015

Senin, 17 Maret 2014

Warok




Pentas dalam acara HUT SMBU yang pertama di sodong,polobogo,getasan,semarang pada tanggal 2 februari 2014

Rabu, 12 Februari 2014

Paguyuban Seni Reog Singo Mudho Budi Utomo: Tarian Dadak Merak SMBU

Paguyuban Seni Reog Singo Mudho Budi Utomo: Tarian Dadak Merak SMBU: Dadak merak adalah topeng yang digunakan dalam tarian Reog . Dadak merak ini berukuran panjang sekitar 2,25 meter, lebar sekita...

Tarian Dadak Merak SMBU




Dadak merak adalah topeng yang digunakan dalam tarian Reog. Dadak merak ini berukuran panjang sekitar 2,25 meter, lebar sekitar 2,30 meter, dan beratnya hampir 50 kilogram. Dadak merak juga digunakan dalam pesta mantu Jawa. Dadak merak merupakan topeng yang digunakan pada Reog Ponorogo.

ini adalah dadak merak SMBU tp dadak meraknya pinjem di karnakan kami belum mempunyainya sendiri.
harganya terlalu mahal untuk kami beli,dari gruop yang relatif baru ini dan dananya belum ada kami belum mampu untuk membelinya. semoga besok kelak kami dapat membelinya.





Penari Prabu Kelana Sewandana SMBU

Salah satu bentuk ‘pembakuan’ yang problematis adalah kehadiran tokoh Kelana Sewandana sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam pertunjukan Reog Ponorogo. Pertunjukan reog di desa-desa seringkali tidak menampilkan peran Kelana Sewandana, bahkan banyak kelompok reyog di wilayah Kabupaten Ponorogo tidak memiliki pemain pemeran tokoh ini. Hasil wawancara dengan sejumlah praktisi kesenian rakyat ini mengesankan bahwa sebenarnya bagi kebanyakan kelompok reyog setempat kehadiran Kelana Sewandana bukan keharusan. Seorang mantan aktivis reog di desa Sawoo berusia sekitar 70 tahun menuturkan bahwa pada tahun 1950-an kelompoknya kadang-kadang menampilkan Kelana Sewandana. Dituturkan pula bahwa pemeran Kelana Sewandana tersebut sering menyisipkan tembang jenis palaran dalam pementasan. Langkanya pemeran Kelana Sewandana sering dijelaskan sebagai akibat dari tuntutan teknis tari yang tinggi bagi pemeran tokoh ini. Asumsi semacam ini diperkuat oleh kenyataan bahwa sebagian besar pemeran Kelana Sewandana yang ada di wilayah Kabupaten Ponorogo adalah mereka yang pernah mengenyam pendidikan tari; baik di pendidikan formal maupun di sanggar-sanggar tari di dalam atau luar kabupaten. meskipun terdapat semakin banyak orang yang dapat memerankan Kelana Sewandana, kemunculan tokoh raja Bantarangin ini dalam pertunjukan di desa-desa pun masih relatif jarang. Pengamatan di lapangan menunjukkan adanya kecenderungan penari pemeran Kelana Sewandana hanya muncul secara terbatas pada acara-acara tanggapan yang bersifat formal, misalnya pada acara perkawinan. Pada acara-acara yang bersifat komunal dan kurang formal, misalnya bersih desa atau kaulan nadar, umumnya tokoh raja Bantarangin ini tidak ditampilkan. 
ini adalah penari  prabu kelana sewandana SMBU.

Selasa, 11 Februari 2014

Penari Bujang Ganong SMBU

Bujang Ganong (Ganongan) atau Patih Pujangga Anom adalah salah satu tokoh yang energik dalam Seni Reyog Ponorogo. Sosok yang kocak sekaligus mempunyai keahlian lebih dalam seni bela diri. Sehingga dalam setiap pertunjukan Reyog Ponorogo, penampilannya selalu ditungu-tungu oleh penonton khususnya di kalangan anak-anak. Bujang Ganong menggambarkan sosok seorang patih muda yang cekatan, berkemauan keras, cerdik, jenaka dan sakti.
Dari salah satu versi cerita, Bujangganong adalah adik seperguruan dari Klonosewandono yang kemudian mereka berdua bertemu kembali dan bersatu, mendirikan kerajaan Bantarangin. Klonosewandono sebagai raja dan Bujangganong sebagai Patihnya. Dalam dramaturgi seni pertunjukkan reyog, Bujangganong lah yang dipercaya sebagai utusan dan duta Prabu Klonosewandono untuk melamar Dewi Songgolangit ke Kediri.

ini adalah para penari bujang ganong SMBU waktu pentas di lap. voli sodong,polobogo,getasan pada acara khitan.